AS Taklukkan ISIS di Internet sampai Tentara AS Gegar Otak

AS Taklukkan ISIS di Internet sampai Tentara AS Gegar Otak

Beberapa momen berlangsung di beberapa penjuru dunia pada Rabu (22/1) tempo hari. Dari mulai Amerika Serikat klaim sukses musuh propaganda ISIS di Internet sampai pasukan AS gegar otak karena serangan Iran. CNNIndonesia.com meringkas beberapa insiden itu dalam kilas internasional.

1. AS Klaim Sukses Kalahkan Propaganda ISIS di Internet

Angkatan bersenjata Amerika Serikat mengklaim sukses mengacak-acak usaha propaganda barisan teroris ISIS di internet. Mereka mengatakan telah meretas jaringan siber ISIS semenjak empat tahun kemarin. Seperti dikutip AFP, Rabu (22/1), pengakuan itu tertera dalam dokumen rahasia yang disibak oleh instansi Arsip Keamanan Nasional di Kampus George Washington. Berkas itu menjelaskan masalah misi peretasan dengan panggilan Operasi Simfoni Bersinar oleh Komando Siber AS dibawah kendali Kementerian Pertahanan.

Komando Siber AS sukses menantang propaganda ISIS serta batasi usaha mereka di bagian daring untuk mengambil serta membersihkan otak pengikutnya dengan memaksa waktu ongkos,” demikian isi dalam dokumen itu.

2. Politisi Iran Gelar Sayembara Rp41 M Untuk Bunuh Trump

Seorang politik Iran, Ahmad Hamzeh, mengadakan sayembara berhadiah US$3 juta (seputar Rp41 miliar) buat siapapun yang dapat membunuh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menjelaskan penawaran itu dikatakan untuk membalas dendam atas kematian seorang perwira tinggi angkatan bersenjata Iran, Jenderal Qasem Soleimani (62), karena serangan pesawat nirawak (drone) AS di Baghdad, Irak, pada 3 Januari kemarin.

Baca juga : Apa Yang Terminator Sampaikan Pada Kami Mengenai AI serta Keperluan Akan Data Yang Lebih Baik

“Atas nama masyarakat Propinsi Kerman, kami akan bayar US$3 juta dengan tunai pada siapapun yang dapat membunuh Trump,” kata Hamzeh diambil kantor berita ISNA, serta dikutip News.com.au, Rabu (22/1). Namun, Hamzeh tidak merinci siapa yang akan bayar hadiah itu. Perwakilan AS untuk Pertemuan Pelucutan Senjata, Robert Wood, mengatakan sayembara itu konyol.

3. Gegar Otak karena Rudal Iran, Tentara AS Kembali Dievakuasi

Tentara Amerika Serikat sebagai korban serangan rudal Iran disampaikan terus makin bertambah. Petinggi pertahanan AS pada Selasa (21/1) menjelaskan beberapa pasukan sudah diterbangkan dari Irak ke arah Jerman untuk penelusuran atas sangkaan gegar otak. Mereka luka karena serangan rudal Iran ke dua pangkalan militer AS di Irak, Ain al-Asad serta Erbil, pada 8 Januari kemarin.

Minggu lantas, 11 tentara diterbangkan ke sarana medis AS di Jerman serta Kuwait untuk pelajari selanjutnya sebab tanda-tanda gegar otak. “Dengan benar-benar berhati-hati, beberapa tentara sudah dipindahkan ke Landstuhl, Jerman, untuk pelajari selanjutnya serta perawatan yang dibutuhkan. Mengingat karakter luka yang telah dicatat, ada peluang luka penambahan diidentifikasi di waktu depan,” kata Urban seperti diambil dari Associated Press, Rabu (22/1).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *