Korea Selatan Tak Butuh Intelijen Militer Jepang

Korea Selatan Tak Butuh Intelijen Militer Jepang

Korea Selatan Tak Butuh Intelijen Militer Jepang

Korea Selatan mengatakan akan akhiri pakta kerja sama intelijen militer dengan Jepang mengejar bentrokan diplomatik serta perdagangan di antara ke-2 negara berkaitan riwayat waktu dulu.

“Meneruskan persetujuan kerja sama ini, yang diteken untuk memfasilitasi transisi info peka militer di antara ke-2 negara, tidak searah dengan kebutuhan nasional kami,” sebut seseorang petinggi keamanan nasional Kantor Kepresidenan Korsel, Kim You-geun.

Pemerintahan Presiden Moon Jae-in menggagalkan kesepakatan kerja sama General Security of Military Information Agreement (GSOMIA) itu sesudah Jepang meniadakan Korsel dari “daftar putih” negara yang dapat nikmati sarana kontrol export minimal.

Dengan begitu, pengekspor dari Negeri Ginseng harus lewat mekanisme administratif penambahan sebelum dapat jual produknya di pasar Jepang. Kim menjelaskan Tokyo ambil cara barusan dengan fakta rumor keamanan serta kehilangan keyakinan pada Seoul “tanpa ada fakta serta bukti yang kuat.”

“Ini mengakibatkan ada pergantian fundamental pada kerja sama pertahanan,” sebut Kim seperti diambil AFP.

Pemerintah Korea Utara Menembak 2 Rudal Pada Kamis pagi (25/7)

Menteri Pertahanan Jepang, Takashi Iwaya, sayangkan ketetapan Korsel akhiri GSOMIA yang dipandang menunjukkan jika Seoul tidak menghargai kebutuhan keamanan di antara Jepang-Korsel, bahkan juga Amerika Serikat, khususnya dalam hadapi rumor Korea Utara.

“Eksperimen rudal berkali-kali Korut meneror keamanan nasional serta kerja sama di antara Korsel-Jepang, bahkan juga dengan AS. Ini benar-benar penting. Kami menekan mereka (Korsel) untuk bikin ketetapan yang bijak,” papar Iwaya seperti diambil Reuters.

Ketetapan Seoul akhiri GSOMIA menandai titik paling rendah rekanan Jepang-Korsel. Ke-2 negara kembali berseteru semenjak beberapa waktu paling akhir mengejar kebijaksanaan Pertama Menteri Shinzo Abe yang memutuskan penetapan export bahan baku hp pandai ke Negeri Ginseng.

Penetapan export itu disebutkan akan memengaruhi perusahaan raksasa tehnologi Korsel, seperti Samsung Electronics, SK Hynix, serta LG Electronics, sampai pasar tehnologi global rajapoker368.

Kebijaksanaan itu ada sesudah pengadilan Korsel memerintah perusahaan-perusahaan Negeri Sakura untuk memberi kompensasi pada masyarakatnya sebagai korban perang kerja paksa di waktu kolonialisme Jepang.

Jepang menampik keinginan Korsel itu serta bahkan juga ajukan masalah itu ke arbitrase. Riwayat kolonialisme Jepang pada Korsel di waktu Perang Dunia II memang sering jadi batu ganjalan rekanan ke-2 negara. Tempo hari, Korsel bahkan juga mengaku jika penetapan export Jepang ke negaranya dikarenakan oleh “perselisihan riwayat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *