DPD Nusa Tenggara Barat Di Sidang Karena Edit Foto Terlalu Cantik

DPD Nusa Tenggara Barat Di Sidang Karena Edit Foto Terlalu Cantik

  22 Jul 2019

Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk terus mengadili gugatan kandidat untuk DPD Nusa Tenggara Barat (NTB) Prof. Dr. Farouk Muhammad untuk Evi Apita Maya. Evi digugat karena mempertimbangkan prinsip kemenangan dalam pemilihan.

“(Lanjutan) Kasus 03-18 / PHPU-DPD / XVII / 2019, Farouk Muhammad DPD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” kata hakim MK Aswanto di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (22/7) / 2019).

Baca juga: Kami Di Solo Berharap Nunung Hanya Jalanin Rehabilitasi

Seperti diakui, dalam petitumnya, Farouk meminta Evi untuk tidak diterima ke DPD RI. Alasannya, Evi menggunakan foto edtan pada alat peraga kampanyenya.

Farouk dalam permohonannya mengatakan bahwa foto yang diedit yang digunakan oleh Evi dalam kampanye kampanye membuat Evi mendapatkan suara terbanyak di NTB. Dia juga mempertanyakan logo DPD yang mendukung pada peraga kampanye Evi.

“Dengan demikian, tindakan calon nomor 26 atas nama Evi Apita Maya telah mendukung dan menjual simbol-simbol negara untuk simpati rakyat NTB, sehingga mereka mendapatkan suara terbanyak sebanyak 283.932,” kata kuasa hukum Farouk, Happy Hayati Helmi.

Baca juga: Song Joong Ki dan Song Hye Kyo bercerai

Selain itu, Farouk melalui pengacaranya mengatakan Evi hanya mendapatkan 383.932 suara. Permintaan Farouk tidak berhasil untuk Evi saja, Farouk juga meminta agar kandidat yang berhak mendapatkan posisi di NTB, Lalu Suhaimi Ismy, digagalkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *