Polisi Bekuk Pemilik Investasi Bodong Untung 7 Milliar

Polisi Bekuk Pemilik Investasi Bodong Untung 7 Milliar

Polisi Bekuk Pemilik Investasi Bodong Untung 7 Milliar

Polisi menyatakan bahwa kasus investasi menggembung yang dialami oleh 109 korban dengan kerugian Rp 7 miliar, telah memenuhi unsur penipuan kriminal. Penyelidik secara paksa akan memilih pelaku jika hari ini absen dari panggilan pemeriksaan.

“Berdasarkan laporan para korban ada unsur kriminal. Artinya, buktinya cukup, terutama yang merujuk pada Pasal 378 KUHP tentang Penipuan,” Kasat Reskrim Kepolisian Kota Mojokerto AKP Julian Kamdo Waroka mengatakan kepada wartawan di kantor, Jalan Bhayangkara, Senin (9) / 9/2019).

Petugas, yang akrab disapa Ade Waroka, mengatakan Megabola99 bahwa sejauh ini pihaknya telah menggali informasi dari 39 korban investasi menggembung PT RHS. Bukti dalam bentuk tanda terima investasi dan sertifikat investasi kerja sama investasi antara korban dan PT RHS telah disita sebagai bukti.

Lusinan saksi yang diperiksa mewakili 109 korban investasi besar. Para korban kehilangan Rp 7 miliar. Saat ini, peneliti berfokus pada penggalian informasi dari PT RHS seperti yang dilaporkan. “Saksi yang dilaporkan yang kami panggil Kepala PT RHS Cabang Mojokerto memiliki inisial DW. Kemudian kami akan mengembangkannya kepada siapa pun yang terlibat,” jelas Waroka.

Apa Benar Isis Tunggangi Kerusuhan di Papua? Ini Kata Mentri Pertahanan

Dia menjelaskan bahwa panggilan telah dikirim dua kali ke rumah DW di Desa Mlirip, Distrik Jetis, Mojokerto. Salah satu agenda audit adalah untuk mengungkapkan mode operasi PT RHS dan Bisham dalam menjerat investor.

Menurutnya, hari ini DW harus menjalani pemeriksaan sebagai saksi yang dilaporkan. Jika dia kembali untuk menindaklanjuti, simpatisan akan mengambil dengan paksa.

“Jika hari ini (DW) tidak datang, kami akan menindaklanjuti dengan membawa saksi yang dilaporkan (terpaksa dijemput). Kami akan segera mengeluarkan surat perintah untuk membawa saksi,” kata Waroka.

Korban laporan investasi menggembung ini bersama-sama ke Kepolisian Resor Kota Mojokerto, Selasa (3/9). Secara keseluruhan korban mencapai 109 orang dengan kerugian Rp. 7 miliar. Selain DW, para korban melaporkan bahwa bos PT RHS memiliki inisial AR dan koordinator lapangan MG.

Mereka tertarik menginvestasikan modal ke PT RHS karena mereka dijanjikan pembagian keuntungan 5 persen setiap bulan. Namun, bagi hasil hanya berjalan beberapa kali. Perusahaan melarikan diri dengan uang para korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *