Tentara China Tidak Akan Tinggal Diam Bila Kondisi Hong Kong Panas

Tentara China Tidak Akan Tinggal Diam Bila Kondisi Hong Kong Panas

Editorial media massa China Daily mengatakan jika tentara China yang ditugaskan di Hong Kong bukan semata-mata untuk arah simbolis. China Daily mengatakan tentara China tidak tinggal diam bila kondisi di Hong Kong makin lebih buruk. Pada Kamis (29/8) waktu ditempat, otoritas China mengakhiri apa yang dikatakan Rajapoker sebagai perputaran teratur pada pasukan Angkatan Udara, Angkatan Darat serta Maritim yang ditugaskan di daerah Hong Kong. Perputaran ini dikerjakan ditengah-tengah ramainya demonstrasi antipemerintah di Hong Kong, yang sering berbuntut gaduh.

Didapati jika satu detasemen Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dari China ditugaskan di Hong Kong semenjak daerah itu diberikan oleh Inggris tahun 1997 kemarin. Personil PLA di Hong Kong sering lakukan latihan militer, tetapi jarang-jarang keluar dari pangkalan mereka. Seperti dikutip Reuters, Jumat (30/8/2019), peluang mobilisasi PLA untuk hentikan demonstrasi yang masih ramai di Hong Kong sudah sempat muncul. Tetapi pemerintahan Hong Kong berkali-kali memperjelas faksinya masih dapat menangani kondisi di wilayahnya.

Beberapa analis memprediksi jika garnisun PLA beranggotakan seputar 8 ribu – 10 ribu tentara yang diletakkan terpisah di antara pangkalan di China sisi selatan serta pada beberapa barak yang berada di Hong Kong, yang berstatus Daerah Administrasi Spesial (SAR). “Sesaat pemerintahan SAR selama ini tidak merasakan butuh untuk menyebut garnisun, itu bukan bermakna garnisun tidak mengerjakannya bila kondisi tuntut demikian,” demikian editorial China Daily, media massa berbahasa Inggris yang diurus pemerintah China.

Baca juga : Ketua FPI Habib Rizieq Balas Pendapat Tjahjo Mengenai Pancasila

“Bila kondisi yang telah jelek makin lebih buruk, dengan kekerasan serta keonaran yang meneror makin tidak teratasi dibawah kendali beberapa pembuat permasalahan yang memberi dukungan separatis, pasukan bersenjata yang diletakkan di SAR tidak punyai fakta untuk cuma diam diri,” tambah editorial itu. “Garnisun PLA di Hong Kong tidak semata-mata lambang kedaulatan China atas kota itu,” tegas China Daily dalam editorialnya.

Konstitusi Hong Kong yang dikatakan sebagai Basic Law, mengatakan jika Hong Kong dapat minta pertolongan garnisun PLA untuk jaga keteraturan umum, tetapi ‘mereka tidak mencampuri masalah lokal’.

Didapati jika demonstrasi yang bermula jadi tindakan protes melawan perancangan undang-undang (RUU) yang mengendalikan ekstradisi ke China daratan, sekarang meluas jadi ajakan reformasi demokrasi di Hong Kong. Tindakan protes yang diadakan di Hong Kong pada intinya berjalan damai, tetapi sering disusupi pengunjuk rasa pengacau serta radikal yang sering memancing benturan dengan polisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *